PERBANDINGAN KONDISI EKONOMI PRA DAN PASCA REVITALISASI PASAR DJOHAR (STUDI KASUS DI JL.K.H. AGUS SALIM,KAUMAN, KEC. SEMARAG TENGAH, KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH 50188)
Keywords:
market, renovationAbstract
Semarang merupakan pasar tradisional bersejarah yang memiliki peran sentral dalam aktivitas ekonomi masyarakat Kota Semarang. Pasca kebakaran besar tahun 2015, pemerintah melakukan revitalisasi guna memulihkan fungsi pasar, meningkatkan kenyamanan, serta melestarikan nilai historis bangunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kondisi ekonomi pedagang sebelum dan sesudah revitalisasi, khususnya di kawasan Jalan K.H. Agus Salim, Kauman, Kecamatan Semarang Tengah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap para pedagang serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua periode tersebut Sebelum Revitalisasi kondisi fisik pasar cenderung kumuh dan kurang tertata, antusiasme masyarakat terhadap pasar tradisional masih sangat tinggi, sehingga aktivitas perdagangan sangat ramai.
Sesudah Revitalisasi ondisi fisik pasar menjadi jauh lebih representatif dan tertata. Namun, hal ini tidak dibarengi dengan peningkatan omzet. Para pedagang justru mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu: pergeseran gaya belanja masyarakat ke platform belanja daring (online shop), menurunnya jumlah pengunjung, peningkatan biaya sewa lapak, serta persaingan dengan pasar modern. Dengan demikian, revitalisasi fisik pasar tidak selalu berbanding lurus dengan Pasar Djohar peningkatan kesejahteraan ekonomi pedagang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola pasar dan pemerintah dalam merancang kebijakan revitalisasi pasar tradisional yang lebih komprehensif dan berpihak pada keberlangsungan ekonomi pedagang.
Google Scholar
Open Access